BINTANG KECIL

Posted: November 16, 2010 in Tentang aKu...

 

Alkisah ada dua bintang yang hidup berdampingan. Yang satu disebut bintang besar karena dia berukuran besar. Dan yang satunya lagi disebut bintang kecil.

Pada suatu hari ada suatu planet yang datang kepada si bintang besar. “Hai, bintang besar, aku sangat kedinginan. Bolehkan aku duduk didekatmu agar tubuhku hangat?”. Jawab si bintang besar, “Tidak boleh! Aku tidak mau membagi energiku denganmu. “Si planet ini sedih mendengar jawaban si bintang besar, tetapi si bintang kecil melambai kepadanya, “Kemarilah teman, duduklah dengan ku, aku akan menghangatkanmu. “Mendekatlah si planet ini kepada si bintang kecil. Dan mereka menjadi teman. Si planet tidak lagi kedinginan.

Lalu keesokannya datang lagi satu planet kepada si bintang besar. “Bintang besar, bolehkan aku duduk didekatmu supaya tubuhku hangat karena aku sangat kedinginan disini?”. “Tidak! Pergilah ! Jangan ganggu aku”, jawab si bintang besar. Dengan tubuh menggigil kedinginan, si planet berjalan menjauhi si bintang besar. Tapi si bintang kecil memanggilnya, “Hai, teman ! Maukah kau duduk disampingku supaya tubuhmu hangat ? Kemarilah!” dan datanglah planet itu kepada si bintang kecil dan rasa dinginnya hilang oleh karena kehangatan cahaya si bintang kecil.

Keesokkannya lagi, datang tujuh planet kepada si bintang besar, menyampaikan permintaan yang sama dengan kedua planet sebelumnya. Lagi-lagi si bintang besar menolaknya. Si bintang besar tidak mau diganggu. Dia ingin kehangatan hanya untuk dirinya sendiri. Tetapi, si bintang kecil mengajak tujuh planet ini untuk duduk bersama-sama dengan dia.

Sekarang ada Sembilan planet yang berkawan dengan si bintang kecil ini. Si bintang kecil dengan sukacita dan penuh kasih membagikan kehangatan cahayanya kepada teman-teman barunya. Apakah dengan membagi kehangatannya maka si bintang kecil menjadi redup? Apakah ia kehilangan sinar dan kehangatannya ? Tidak !

Justru dengan berbagi, maka bertambahlah cahaya yang ia punya. Dengan berbagi, dia menjadi besar oleh karena cahayanya bertambah. Dan yang penting adalah dia mempunyai banyak teman. Mereka bermain bersama, bergembira bersama dan mengalami sukacita yang luar biasa. Si bintang kecil bahagia karena bisa memberi kehangatannya untuk planet-planet itu dan planet-planet itu bahagia karena mereka tidak kedinginan lagi. Sedangkan si bintang besar menjadi redup dan kian menghilang cahayanya. Tidak  ada lagi kehidupan pada bintang besar. Ia tidak punya kawan, karena dia egois.

Nah, bagaimana dengan kehidupan kita ? Kita hidup seperti bintang besar atau bintang kecil ? Apakah kita mau membagikan setiap berkat yang sudah Tuhan berikan pada kita ? Atau apakah kita hanya menyimpan setiap berkat itu hanya untuk diri kita sendiri ?

Sebagai anak-anak allah, pasti kita tahu bahwa allah ingin menjadikan kita anak-Nya yang penuh kasih. Ada ungkapan bahwa kita bisa memberi tanpa mengasihi, tapi kita tidak bisa mengasihi tanpa memberi.

Allah sangat mengasihi kita sehingga Dia memberi begitu banyak berkat untuk kita bahkan anak-Nya pun diberikan untuk menggantikan kita di kayu salib.

Allah adalah kasih. Kasih itu tidak sambong dan tidak mementingkan diri sendiri. Allah sendiri telah member teladan kasih karena itu patutlah kita meneladaniNya.

Jadi marilah kita mulai memperlihatkan ciri khas hidup anak-anak allah yang sesungguhnya yaitu saling mengasihi dengan kasih yang tulus seperti yang telah dipratekkan oleh Tuhan Yesus sebagai teladan kita.

*monika riana*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s