Tukang Cukur

Posted: Desember 31, 2010 in Tentang aKu...

Bujeng mengadu nasib di jakarta dengan menjadi tukang cukur. Sebelum berangkat ia dinasihati agar melakukan pekerjaannya sebagai suatu pelayanan. Suatu hari seorang penjual bunga datang kepadanya untuk memotong rambut. Selesai potong rambut, dia bermaksud membayar tetapi Bujeng menjawab :”Maaf, saya tidak dapat menerima uang darimu. Saya melakukan pelayanan.”

Si Penjual bunga sangat gembira dan meninggalkan tukang cukur tersebut. Pada keesokan paginya, Bujeng membuka toko, ada sebuah kartu ucapan terima kasih dan selusin bunga mawar yang telah menanti di depan pintu. Seorang polisi datang untuk potong rambut. Tetapi, si tukang cukur pun menjawab: “Maaf, saya tidak dapat menerima uang darimu. Saya melakukan pelayanan.”

Si polisi pun sangat gembira dan meninggalkan tukang cukur tersebut. Pada keesokan paginya, ketika si tukang cukur membuka toko, ada sebuah kartu ucapan terima kasih dan selusin donat yang telah menanti di depan pintu. Di hari berikutnya datanglah tetangganya untuk potong rambut, ketika dia hendak membayar, Bujengpun menjawab: “Maaf, saya tidak dapat menerima uang darimu. Saya melakukan pelayanan.”

Si tetangga pun amat sangat gembira dan meninggalkan Bujeng. Pada keesokan paginya, ketika bujeng membuka toko. Ia terkejut dan hampir pingsan. Tetangganya datang lagi dengan selusin temannya telah menunggu untuk potong rambut GRATIS !!!!

kebaikan sesama pakailah dengan benar, jangan disalahgunakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s